
Silaturahmi Suporter Indonesia Damai II dipusatkan di Stadion Gajayana kemarin, berlangsung semarak. Beberapa hal penting dicapai dari pestanya suporter se-Indonesia ini. Termasuk ikrar tidak ada lagi kerusuhan antar suporter bola.
Yang menarik lagi adalah, hadirnya perdamaian antara komunitas suporter Persebaya yang dikenal dengan istilah Bonek (Bondo Nekad,red) dengan Aremania dan Ngalamania
Perwakilan Bonek tampak antusias hadir dalam acara yang berlangsung sejak hingga tadi malam. Mereka juga bisa berdampingan dengan Aremania, suporter yang selalu menjadi musuh bebuyutan, dalam acara yang dimeriahkan sederetan acara hiburan ini.
‘’Kami mendapat undangan langsung dari Aremania untuk hadir. Karena sudah mendapat undangan, kami harus menyambutnya dengan datang ke Malang,’’ ungkap Imron, Koordinator Bonek Yayasan Suporter Surabaya (YSS) kepada Malang Post.
Dipaparkan juga, Aremania juga datang ketika YSS mengundang dalam acara pertemuan antar suporter di Surabaya beberapa waktu lalu. Kedatangan itu sebagai balasan atas kehadiran Aremania yang sudah datang memenuhi undangan YSS. ‘’Kami datang bersama 10 orang dari YSS, sejak tadi pagi kami sudah tiba di Malang,’’ urainya.
Didampingi beberapa rekannya, Imron mengakui bahwa antara Aremania dengan Bonek memang pernah memiliki catatan kelam. Apalagi, sekitar tahun 1990-an, adalah masa kelam bagi dua suporter dari Surabaya dan Malang. ‘’Saat itu kalau ketemu di jalan, pasti satu sama lain langsung memukul atau menghindar,” kenang mereka.Tapi berkat kegiatan Silaturahmi Suporter Indonesia Damai II di Malang ini sekarang antara Aremania dan Bonek sudah berhasil rukun.
Menariknya, selain perwakilan Bonek, Manajer Persebaya Indah Kurnia juga hadir dalam Silaturahmi Suporter Indonesia Damai II yang diikuti ribuan suporter se-tanah air ini. Manajer wanita berambut pendek ini langsung disambut Manajer Tim Persema Ir Hadi Santoso di depan Stadion Gajayana.
Soni, sapaan akrab Hadi Santoso, dan Indah kemudian saling bertukar cendera mata di depan Bonek dan Aremania dan mendapat aplaus meriah hadirin. Soni sempat memberikan syal dan CD berisi album grup band supporter d’Kross tentang lagu-lagu untuk mendukung Arema.
Sementara itu Manajer Persebaya memberikan CD berisi konser menyanyikan 700 lagu tanpa teks yang berhasil memecahkan rekor MURI tahun 2007 lalu.
‘’Saya mendapat jaminan dari Pak Soni bahwa akan aman ketika datang ke Malang. Kami benar-benar merasakan keamanan setelah berada di sini,’’ ungkap Indah yang juga politikus PDIP ini.
Dia menginginkan perdamaian antara Aremania dan Bonek bukan sekadar terjadi dalam acara silaturrahmi supporter Indonesia Damai II saja. Sebab dia menginginkan Aremania dan Bonek ada dalam satu stadion jika Arema akan bertemu Persebaya.
‘’Setelah pulang dari Malang, saya akan bicara dengan orang-orang Persebaya dan suporter. Bahwa Surabaya harus bisa menjadi tuan rumah yang baik seperti kami terima di Malang ini,’’ tegas Indah.
Dalam Silaturahmi Suporter Indonesia Damai II, suporter seluruh Indonesia kembali melakukan ikrar. Mereka berjanji tidak akan ada lagi kerusuhan antar suporter dalam pertandingan sepak bola di Indonesia.
Ikrar Indonesia Damai itu dilakukan sebanyak dua kali dalam acara yang dimulai pagi hingga tadi malam. Ikrar pertama dilakukan seusai dialog antara suporter, pejabat Malang Raya, Kementerian Pemuda dan Olah Raga di MOG lantai III. Sedangkan ikrar kedua dilakukan dalam acara hiburan sekaligus acara puncak di Stadion Gajayana, semalam.
Saat di MOG, petikan ikrar dibacakan oleh budayawan sekaligus tokoh bola Anto Baret. Mereka berjanji menjunjung tinggi nilai sportivitas, anti anarkis, bersama, bersaudara dalam semangat satu jiwa, serta menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
‘’Kami suporter Indonesia, menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas, anti rasialis, dan anti anarkis. Kami suporter Indonesia, bersatu, bersama dan bersaudara dalam semangat satu jiwa. Kami suporter Indonesia, siap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,’’ tegasnya.
Semua perwakilan suporter yang hadir ke Malang menirukan ikrar yang sudah dibacakan tokoh Aremania Batavia itu. Komunitas suporter yang ada itu antara lain Aremania, Ngalamania, Bonex Surabaya, The Lasak Pasuruan, Gengster Jember, Jinggomania Probolinggo, YSB Blitar, Persinga Ngawi, Bonek Madiun, Benteng Viola Tangerang dan Ultras Gresik.
Kemudian hadir pula Banaspati Jepara, Suporter Pontianak, Kabomania Bogor, Slemania Sleman, Persiku Kudus, Suporter Maros, Panser Biru Semarang, Snex Semarang, Pasoepati Solo, Paserbumi Bantul dan Roban Mania Batang.
Tidak ketinggalan pula Simo Lodro Magelang, Suporter Gorontalo, Semen Padang, Laros Banyuwangi, Pusamania Samarinda, Balistik Balikpapan, Persipur Purwodadi, LA Mania Lamongan dan The Jakmania Jakarta.
Penggagas Silaturahmi Suporter Indonesia Damai II, Ir Ade Herawanto MT mengatakan puas karena kegiatan berlangsung sukses. Apalagi kegiatan ini dihadiri hampir seluruh perwakilan supporter se-Indonesia. Dari Aceh hingga Papua.
‘’Mereka sangat antusias datang ke Malang guna menghadiri acara ini. Sebagian dari mereka juga mengeluarkan biaya tidak sedikit agar bisa hadir dalam Silaturahmi Suporter kali ini,’’ paparnya. (feb/mg-1/nug) (febry/malangpost)


